mewujudkan sinergi prinsip kerjasama kreatif

mewujudkan sinergi prinsip kerjasama kreatif

mewujudkan sinergi prinsip kerjasama kreatif adalah menghargai perbedaan. kita melihat dunia tidak sebagaimana adanya. tetapi sebagaimana kita adanya.

Menghargai Perbedaan

 

  1. mewujudkan sinergi prinsip kerjasama kreatif. Sinergi berarti satu tambah satu sama dengan tiga atau lebih.

 

Bilamana dua orang atau lebih bekerja sama untuk memahami sesuatu hal, mereka dapat menciptakan gejala yang disebut “sinergi”. Sinergi memungkinkan kita secara bersama-sama menemukan hal-hal yang jauh lebih sulit ditemukan kalau kerja secara sendiri-sendiri. Sinergi terjadi apabila pikiran kita saling merangsang, dan gagasan yang satu merangsang munculnya gagasan yang lain. Saya mengatakan sesuatu yang merangsang pikiran anda, anda memberi respon dengan mengemukakan suatu gagasan yang merangsang timbulnya gagasan baru dalam pikiran saya. Saya mengungkapkan gagasan yang baru itu kepada anda, dan proses serupa terulang kembali, dan bahkan terus meningkat. Sinergi dapat merupakan proses kreativitas yang menggembirakan di mana gagasan-gagasan bermunculan secara spontan, dan kita merasa lebih sadar dan penuh perhatian. Tingkat kesadaran dan perhatian yang meningkat ini adalah hasil pikiran orang-orang yang bekerja sama, dan hasil itu jauh lebih sulit dicapai kalau kita hanya berpikir sendirian.

 

  1. mewujudkan sinergi prinsip kerjasama kreatif Sinergi adalah proses yang memunculkan alternatif ketiga.

 

Apabila dua orang bertengkar tentang sesuatu hal, mungkin mereka tidak akan mampu menyelesaikannya karena masing-masing berusaha membuktikan bahwa pihak lain salah. Sebaliknya, kalau mereka memperlunak sikapnya dan bersepakat mencari pemecahan yang memuaskan bagi masing-masing pihak, mereka akan mulai berbicara secara kooperatif, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Dengan demikian gagasan-gagasan mereka dapat saling merangsang, dan mempengaruhi munculnya lebih banyak gagasan lagi. Inilah yang disebut sinergi, dan kalau proses itu berlangsung cukup lama, mereka mungkin akan menemukan alternatif ketiga yang membuat mereka sama-sama menang.

 

  1. mewujudkan sinergi prinsip kerjasama kreatif Cara menciptakan sinergi ialah dengan menciptakan situasi yang mendukungnya.

 

Kita tidak dapat menciptakan sinergi secara langsung. Sinergi merupakan hasil-ikutan (by-product), dan kalau kita terlalu keras berupaya menciptakannya, kita justru akan menghambat munculnya. Karena itu, tujuan kita bukan untuk menciptakan sinergi itu sendiri, tetapi untuk menciptakan situasi/suasana yang merangsang kemunculannya. Unsur-unsur suasana/situasi yang merangsang munculnya sinergi mencakup:

  1. Sikap menang-menang
  2. Usaha untuk mengerti orang lain terlebih dahulu, dan
  3. Keyakinan akan kemampuan kita untuk menemukan alternatif ketiga.

Dengan kata lain, kebiasan bersinergi akan terwujud berdasarkan kedua kebiasaan yang mendahuluinya.

 

 mewujudkan sinergi prinsip kerjasama kreatif

mewujudkan sinergi prinsip kerjasama kreatif Kita Melihat Dunia, tidak sebagaimana Dunia Adanya, tetapi sebagaimana Kita Adanya.

 

  1. Perbedaan-perbedaan yang ada mengarahkan kita kepada pilihan ketiga.

 

Memahami arti sinergi dan bagaimana proses terwujudnya dapat membuat kita melihat bahwa perbedaan-perbedaan yang ada dalam hubungan antar pribadi dapat bermanfaat. Perbedaan-perbedaan itu dapat menunjukkan perlunya ditemukan pilihan ketiga, dan mengarahkan kita kepada pilihan ketiga itu. Perbedaan-perbedaan yang ada menunjukkan kepada kita perlunya ada pilihan ketiga, karena perbedaan-perbedaan itu merupakan isyarat bahwa boleh jadi ada sesuatu yang kita lupakan atau luput dari perhatian kita. Dua orang yang tanpa alasan menjadi saling tidak menghargai satu sama lain, tidak akan berselisih paham kecuali kalau ada sesuatu yang sama-sama tidak mereka lihat pada situasi yang dihadapi. Perbedaan-perbedaan yang ada mengarahkan kita kepada pilihan ketiga dengan menunjukkan kepada kita isyarat-isyarat atau pertanda-pertanda dari hal yang dicari. Segi-segi spesifik yang tidak disepakati dapat merupakan daftar periksa dari syarat-syarat yang perlu untuk alternatif ketiga.

 

  1. Studi tentang belahan otak kanan dan otak kiri menunjukkan bahwa paling sedikit beberapa perbedaan yang ada antar manusia merupakan sifat dasar atau bagian kodrat kita.

 

Sebagian dari perbedaan-perbedaan yang sangat penting yang ada antar kita merupakan bagian dari tubuh atau pertumbuhan fisik kita. Pada tahun 1960-an, Roger Sperry, seorang ahli bedah otak dari the California Instutute of Technology, menyimpulkan bahwa masing-masing belahan otak “tampaknya memiliki sensasi sendiri dan terpisah; memiliki persepsi-persepsi sendiri, dan dorongan-dorongan sendiri untuk bertindak”. Jadi ada perbedaan-perbedaan yang mendalam/besar dalam diri kita yang pada saat-saat tertentu muncul sebagi perbedaan dalam hubungan antar pribadi.

 

  1. Kedua belahan otak memungkinkan adanya dua gaya berpikir yang berbeda.

 

Kedua belahan otak memiliki kemampuan-kemampuan yang berbeda. Belahan otak kiri berbicara; belahan otak kanan tidak. Belahan otak kiri memperhatikan hal-hal satu demi satu secara berurut; belahan otak kanan memperhatikan pola keseluruhan secara serentak. Belahan otak kiri bersifat logis/nalar; belahan otak kanan bersifat kreatif. Belahan otak kiri berorientasi pada waktu; belahan otak kanan tidak mengindahkan waktu. Adalah ideal atau masuk akal kalau belahan-belahan otak yang memiliki kemampuan-kemampuan yang berlainan itu dapat bekerja sama. Kedua belahan otak yang berfungsi secara harmonis dapat menciptakan sinergi yang tidak akan dapat diciptakan kalau kerja sendiri-sendiri. Misalnya, manajemen adalah fungsi otak kiri, sedangkan kepemimpinan adalah fungsi otak kanan. Thomas Kuhn, seorang pakar sejarah ilmu pengetahuan, menunjukkan bahwa teori-teori dan model-model ilmu pengetahuan yang besar sering muncul sebagai inspirasi dari otak kanan dan kemudian dijelaskan serta diaplikasikan dengan kemampuan otak kiri. Para dokter menganalisis dan mendiagnosis penyakit pasien dengan otak kirinya, tetapi pengetahuan tentang penyembuhan yang sebenarnya bersumber dari kepekaan yang bersifat menyeluruh dari otak kanan mereka. Karya-karya seni pun membutuhkan proses kreatif dan proses kritis.

 

  1. Hubungan yang mempersatukan orang-orang yang berlainan kemampuan dan gaya berpikirnya merupakan kesempatan untuk mewujudkan sinergi.

 

Peluang terbesar untuk mewujudkan sinergi adalah apabila dua orang cenderung tidak melihat hal-hal tertentu secara sama. Karena itu, perbedaan adalah kesempatan. Orang-orang yang cara berpikirnya berbeda, lebih besar kemungkinannya untuk tidak sepakat satu sama lain dibandingkan dengan mereka yang gaya berpikirnya sama. Tetapi jika hubungan pribadi atau hubungan kerja terganggu atau terputus, hubungan yang terganggu itu sesungguhnya bukanlah karena adanya perbedaan. Itu terjadi karena orang-orang yang bersangkutan tidak memahami makna atau manfaat perbedaan yang ada antara mereka atau tidak tahu bagaimana caranya memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada.

 

  1. Langkah pertama dalam memanfaatkan perbedaan adalah dengan menerima dan menghargai perbedaan itu.

 

Perbedaan-perbedaan sendiri tidaklah menciptakan sinergi. Kita harus menerima dan menghargai pandangan orang lain. Menghargai perbedaan berarti melihat perbedaan itu sebagai sesuatu yang dapat bermanfaat bagi kita. Perbedaan menunjukan adanya sesuatu yang tidak lengkap dalam pandangan kita. Perbedaan membuka pintu untuk memasuki dunia yang lain dari dunia kita sendiri. Jadi tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana menerima dan menghargai perbedaan dan belajar menarik manfaatnya. Kita dapat melihat perbedaan itu sebagai suatu keuntungan atau suatu ancaman, dan sesuai dengan pilihan kita, kita menetukan mutu hubungan kita dan bahkan mutu kehidupan kita.

 

  1. Stereotip dapat menghambat kita menghargai perbedaan.

 

Stereotip merupakan paradigama yang bersifat membatasi. Stereotip sering terlampau menyederhanakan dan banyak keliru. Tetapi stereotip sulit dihilangkan karena masyarakat secara umum menerimanya dan penerimaan masyarakat ini membuatnya seolah-olah benar. Stereotip dapat menghambat kita menghargai perbedaan , menghambat atau membatasi pandangan dan penglihatan kita, dan pada gilirannya akan menghalangi kita menimba manfaat dari perbedaan yang ada.

 

Comments